Mengenal Tes STIFIn, Tes Untuk Melihat Mesin Kecerdasan Manusia

STIFIn merupakan konsep simple agar mengetahui dan mengenal potensi genetik serta kepribadian manusia dari belahan otak mana yang lebih dominan. Dimana belahan otak yang dominan tersebut sebagai mesin kecerdasan.

Pada umumnya, setiap manusia mempunyai 5 belahan otak. Belahan tersebut mempunyai cara kerja dan fungsi berbeda. Dari 5 belahan tadi, tes STIFIn bakal mengetahui belahan otak mana yang dianggap sebagai mesin kecerdasan orang yang bersangkutan.

Mesin kecerdasan inilah yang dipakai sebagai potensi genetik seseorang sejak ia lahir sampai meninggal. Tes STIFIn sudah bisa dicoba sejak usia anak mencapai 2,5 tahun hingga tak terbatas. Tes ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

Mereka yang mempunyai dan mendapat lisensi sebagai promotor STIFIn saja yang dapat melakukan tes ini. Promotor STIFIn sendiri sudah ada banyak di indonesia. Bagi yang ingin tes tinggal menghubungi promotor STIFIn yang sudah ada saja.

Selanjutnya tinggal meminta untuk melakukan Janji Ketemu Tes STIFIn. Jika kedua pihak setuju, tes sudah bisa dilakukan sesuai prosedur yang sudah ada sebelumnya. Mudah bukan?

Teori Dasar STIFIn

Teori STIFIn sering di assembling dari berbagai teori dasar populer berbagai tokoh psikologi terkenal. Contohnya seperti Roger Sperry, Paul Broca dan juga John Holland. Selain itu psikolog terkenal seperti DISC, dan Hippocrates Galenus juga turut terlibat.

Konsep STIFIn telah dibangun sesuai teori ahli yang selanjutnya dielaborasi. Ada tiga teori umum yang bisa dijadikan sebagai Dasar Pijakan Konsep STIFIn. Adapun teori dasar yang dimaksud di sini adalah :

1. Teori Fungsi Dasar

Teori fungsi dasar tes STIFIn yang disampaikan oleh perintis psikologi analitik berkebangsaan Swiss yang bernama Carl Gustav Jung menyebutkan bahwa ada empat fungsi dasar manusia yang terbagi sesuai fungsinya masing-masing.

Pertama adalah fungsi penginderaan yang dikenal dengan nama sensing. Ada juga fungsi berpikir atau thinking. Selanjutnya ada fungsi merasa atau feeling. Terakhir adalah fungsi intuisi atau intuition.

Meskipun punya empat fungsi dasar, hanya satu fungsi saja yang paling dominan. Nah, fungsi mana yang paling dominan? Bisa di cek dengan mengikuti tes ini.

2. Teori Belahan Otak

Sesuai namanya, teori ini menyebutkan jika manusia mempunyai belahan otak sendiri-sendiri. Di mana seorang neurosains Ned Hermann telah membagi otak menjadi empat kuadran penting.

Diantaranya adalah limbik kiri dan juga limbik kanan. Selanjutnya ada bagian cerebral kiri dan juga cerebral kanan. Keempat bagian kuadran tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

3. Teori Strata Otak Triune

Selanjutnya adalah teori Strata Otak triune. Teori strata otak triune brain atau dalam bahasa Indonesia disebut tiga kepala menyatu merupakan salah satu teori yang paling terkenal.

Teori ini berasal dari neurosains yang berkebangsaan Amerika bernama Paul MacLean. Ia membagi otak manusia seperti sesuai hasil evolusi yang ada di dalamnya.

Yakni, otak insani yang berfungsi untuk thinking dan intuiting. Ada juga otak mamalia yang berfungsi sebagai sensing dan feeling. Terakhir adalah otak reptil yang berfungsi sebagai insting.

Tes STIFIn adalah salah satu tes yang paling sering diadakan di tempat kerja atau perusahaan. Biasanya bertujuan agar pihak perusahaan tahu seberapa kompeten karyawannya.

Namun, tes ini juga bisa dicoba bagi orang tua yang ingin tahu bagian otak mana yang paling dominan dari si buah hati. Bagi yang membutuhkan tes ini bisa langsung masuk ke laman berikut https://fajrialhadi.com/tes-stifin/